CFD Dukung Laju Pertumbuhan UMKM, Sekda Minta Jangan Hanya Digelar Satu Titik

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Program Car Free Day (CFD) dinilai tidak hanya sebagai ajang berolahraga bagi warga Berau, namun juga sebagai sarana atau ruang bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk berkembang. Terutama dalam meningkatkan perekonomian masyarakat

 

“Karenanya ke depan kegiatan seperti CFD jangan hanya digelar pada satu titik,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said selepas mengisi salah satu kegiatan di ruang rapat Sangalaki, Sabtu (16/11/2024).

 

Untuk itu kata M Said Pemerintah Kabupaten Berau mengajak masyarakat memanfaatkan kegiatan CFD ini secara rutin yang digelar setiap Minggu pagi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanjung Redeb.

 

Sejauh ini masyarakat Berau sendiri memberikan responsnya positif atas dilaksanakan CFD,  terbikti dengan banyaknya masyarakat yang hadir di kegiatan Minggu pagi tersebut. Karena selain berolahraga, masyarakat juga bisa dapat berbelanja sehingga ini mendukung pertumbuhan UMKM.

 

“Menurut kami yang paling penting itu mempererat silaturahmi antar warga, akhirnya mendukung kegiatan UMKM tumbuh,” tukasnya.

 

Dalam kesempatan itu Sekda  juga mengatakan adanya CFD patut diapresiasi artinya itu adalah bagian dari upaya Pemerintah membuka ruang kepada masyarakat untuk lebih kreatif.

 

“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias dan dan kita berharap ada program-program kreatif lagi yang dilakukan oleh pegiat-pegiat atau komunitas supaya ini  meningkatkan semaraknya kegiatan  yang ada di Kabupaten Berau,” tandasnya.

 

Sangat bersyukur ada tempat yang cukup representatif di Ahmad Yani yang menjadi ikon Berau. Tentu  berharap ke depan  ada banyak kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan dalam menyikapi antusias masyarakat yang hadir meramaikan.

 

Saat ditanya terkait dengan rencana penambahan lahan terbuka representatif untuk kegiatan serupa, Ia mengatakan sangat mendukung. Pemerintah tentu akan  berupaya supaya makin banyak tempat-tempat atau fasilitas publik yang dipakai untuk pergelaran Seni, Bazar UMKM, hingga ruang diskusi.

"Kita sangat setuju adanya ruang ruang yang bisa mewadahi masyarakat, namun kita akan tetap melakukan koordinasi dengan pihak terkait, baik Dishub dan lainya," pungkasnya. (sep/FN/Advertorial)